Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Berbahagialah.

Ada saatnya dalam hidup, kamu dihadapkan dengan pengkhianatan. Kamu dihadapkan dengan harapan yang dihancurkan. Seseorang yang kamu sangat percayai tiba-tiba menghancurkan kepercayaan itu. Dia punya pilihan lain, seseorang yang selama ini dia jaga dalam rahasia. Seeorang yang mengalahkan perhatianmu pada akhirnya. Kamu tidak pernah menduga semua akan menjadi sepahit ini. Tidak ada yang lebih buruk dari memperjuangkan cinta, saat ternyata orang yang kamu perjuangkan lebih memilih memperjuangkan orang lain. Wajar jika kamu sedih, jika kamu marah. Namun bukan berarti semuanya harus terarah. Jangan terburu-buru melemahkan diri. Kamu harus memahami, tidak semua hal baik yang kamu berikan akan dibalas dengan hal baik yang kamu harapkan. tenanglah, jangan gegabah. Semua akan tetap baik-baik saja, meski nanti kamu hidup tanpa dia. Kini, biarlah dia pergi, biarlah dia berlalu bersama kepedihan-kepedihan dihatimu. Semoga kelak kamu temukan orang yang tepat. Tte, jumat 22 september 2017

Secercah Harapan II

Ada titik dalam hidup ini seseorang harus berhenti , harus memutuskan untuk tidak peduli lagi. Jika setelah banyak usaha dan doa, apa yang diperjuangkan juga tidak ada kebaikannya. Malah membuat sesak dada dan sakit yang terasa. Sekarang coba pahami ini. Semakin lama kamu memperjuangkan dia, tetapi dia tetap tidak menjadi milikmu, itu artinya kamu semakin lama menyia-nyiakan hidupmu. Kamu semakin banyak menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan dia. Padahal banyak hal yang harus kamu kejar. Namun kamu menolak dan memilih buta. Hingga berlama-lama dalam perasaan yang semakin membuat jiwamu  resah tak terkira. Jangan persulit dirimu sendiri hanya karena ilusimu yang terlalu kuat untuk memiliki. Jikalau kamu tetap percaya dan gigih, silahkan saja lanjutkan. Melanjutkan pun bukan hal yang salah. Setiap orang berhak dan boleh menaruh harapan. Bahkan jika harapan itu tidak ingin dia hilangkan sepanjang hidupnya. Asalkan kamu siap jika dia sudah menemukan orang lain yang menetap....

Dalam diam ku peduli

Diam bukan berarti tak peduli,  Bicara pun bukan berarti perhatian. Sudah seharusnya saling memahami, Perkara bagaimana caranya, itu pilihan. Bukankah kita sudah sama-sama dewasa? . Mungkin mereka bilang, peduli itu dengan menanyakan yang tersayang dengan melulu. Memberikan kabar dimana dan sibuk mencari waktu bertemu. Mungkin mereka bilang, diammu adalah sesuatu yang menggangu. Pembangun bata antara mereka dan dirimu. Sebagai pembatas agar tak ada sua untuk ruang rindu. . Sepertinya, mereka harus lebih membuka mata 'hati' agar tabir itu terbuka. Seiring bertambahnya usia, bukankah kuantitas tanya tak lagi menjadi utama setelah sama sama sibuk bekerja? Bukankah menjadi percuma jika pikiran dan hati termakan praduga tentang arti kepedulian jika hanya terhenti pada sebuah kata? . Sayang, seharusnya kita tak lagi meributkan tentang diam atau berkata. Mungkin, diam nya seseorang adalah bentuk perhatian. Ya, diam diam memperhatikan, diam diam tetap mengawasi. Dan mungkin pula, tany...