Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Dua tahun yang sia sia

Sia sia sudah rindu ini Meski beribu rindu telah ku kirim Ternyata tak pernah hinggap di hati mu Padahal kau juga punya rindu yang lain Perih hati ini hingga kesakitan Menderita dalam tak terkiraan Aku terlalu naif pada perasaan Hingga tak sesuai kenyataan Aku pun tau diri Kini perlahan ku mulai menjauh Bukan karena tak lagi cinta Tapi karena kau yang tak mencinta Perlahan rasa ini akan hilang Bersama malam dalam hening Hingga nanti kan pudar Bersama awan yang kian samar 22September2017 Indhac

lembar kedua

Aku masih memiliki secercah mimpi dimalam hari Berharap besok masih di izinkan untuk melihatmu Sesekali ingin ku merontak pada waktu Agar tak segera beranjak pergi Kehadiran mu selalu berarti Walaupun kau tak pernah anggap aku ada Sejujurnya ingin ku katakan bahwa aku merindukanmu. Merindukan senyum mu Merindukan tawa mu Merindukan wajah teduhmu Merindukan mata sendumu Tapi kau jangan khawatir Beban rinduku inilah yang membuatku kuat Harusnya dari awal aku harus pergi Tapi berat langkah ini meninggalkan mu Seandainya aku bisa tetap bersamamu disini Dan berada disisi mu dalam waktu yang lama Aku akan sangat bahagia Tapi jarak dan waktu tak pernah mengizinkan Aku tak berharap banyak padamu Cukup jangan menyingkirkan sosok diriku dari ingatanmu Aku sudah sangat bersyukur -Indhacdhny-

Kebohongan pada bunda

Tak benar jika ku jauh darimu aku bahagia Tak benar jika ku jauh darimu aku mandiri Tak benar jika ku jauh darimu aku baik baik saja Bunda.. Semua itu hanya kebohongan ku Agar engkau tak merasa khawatir jika suatu saat aku harus jauh dari mu Bukan karena ku tak lagi butuh perhatian mu Bukan karena ku tak lagi butuh kasih sayang mu Bukan karena ku tak lagi butuh makanan mu Aku hanya ingin engkau tau Bahwa aku disini baik baik saja Tidak,kalimat diatas adalah kebohongan. Aku disini merindukan mu Sangat sangat merindukan mu Merindukan masakan mu Merindukan perhatian mu Merindukan kasih sayang mu Bunda.. Jika suatu saat aku kembali pulang pada Sang Pemilik Segala Nya Satu yang ku pinta Janganlah engkau berlarut dalam kesedihan yang mendalam Aku tau bila saatnya tiba engkau akan sangat menderita atas kepergian ku Tapi.. Bertahanlah bunda Doakanlah selalu anak mu yang malang ini Aku selalu merindukan, sangat sangat merindukan mu.. Ttd, Anakmu yang pemalas

Rindu yang tak terkendali

Kadang rindu yang tak terkendali sangat melukai hati. Bisa menjadi penyebab kesalahpahaman juga. Itulah mengapa, saat aku merindukanmu, aku ingin mengatakan secepatnya. Karena dengan begitu, setidaknya perasaan ku bisa lebih tenang meski rindu tak kunjung berkurang. Semakin rindu, semakin sesak rasanya. Tak tau pasti kapan akan berakhir. Tapi satu hal yang ku pinta. Cukup jarak saja yang memisahkan kita. Hatimu jangan ikut berjarak juga.

Lembar keempat

Kecewa dengan tegas menamparmu Di penghujung bulan ini Tak peduli seberapa besar maaf mu Lekaslah pergi jauh dari sini Pada duka ku mendera Kuikat luka di sudut mata Teringat rasa yang menganga Nyeri membengkak di dasar dada Hatiku ngilu tertancap belati Darahnya kering meyayat hati Ku bertanya pada diri ini Apakah sekarang waktunya ku akhiri Kau piawai menjinakan hati Meski racunnya menyerap ke diri Lekaslah pergi tak usah kembali Walaupun berat rasa di hati Jika kita terpaksa berpisah Mungkin ini sudah takdirnya Jika kita terlihat menyerah Jangan bertanya salah siapa Indhac| jakarta, 8 september 2017

Tak ada judul

Awal pagi di bulan maret Burung camar berkicau ria Di bayang cemara aku terseret Adakah dia yang ku cinta Di hadapanku dia berdiri Senyum ramah yang ku beri Nyatanya tak suka berbasa basi Tapi bagaimana aku sudah terlanjur cintai Aku tak berdusta Ku sayang pada kakanda Semua yang nyata Sesekali bisa ku lupa Indhac ~ 4.9.17

Kalah dengan cinta

Terkadang, rasa benci bisa kalah dengan rasa kecewa Tapi tak bisa dengan rasa cinta Aku dulu pernah begitu mencinta Mencintai seseorang yang tak pernah menghargai rasa.... Beribu kata yang ku sampaikan padanya tak sampai di hatinya Semua di anggap biasa,dikira bercanda Termasuk aku yang hanya teman saja Dan pilihan melupakan adalah sebuah keharusan Daripada berjuang sendirian Indhac| 6 septembar 2k17

Kebiasaan

Mereka mengatakan bahwa aku berubah Cara berpakaian Teh yang ku sajikan Es krim favorit Aku mencoba menyangkalnya Tapi tetap saja Merindukan mu adalah hal yang mengakar Kutapaki rindu ini sekali dalam sehari Melakukannya seperti sebuah kebiasaan Lihat,bahkan sekarang aku hanya membicarakanmu -indhc

Penantian

Matamu memiliki arti Seperti mentari Di pagi hari Yang selalu di nanti - nanti Semalam ditemani rindu Kau tersenyum padaku Seakan tau Apa yang ku mau Jalan yang ku lalui Mimpi yang ku alami Sekarang sedang menari Mengitari orbit nurani Mendekatlah padaku Jangan pernah tuk meragu Walau hati terus menunggu Pada siapa ia berlabuh -jakarta,2k17'indhac

Hadir mu

Terbangun dari mimpi Ketika aku tapaki Cintaku yang sempat lenyap Sekarang menyeruak kembali Apakah akan seindah ini Apakah ada ruang Untuk cinta yang kutuang Pada rasa yang ku simpan Bersamamu, aku melihat Bersamamu, aku mendengar Bersamamu, aku bernapas Semuanya membuatku sangat bahagia Aku ingin terus berada di sampingmu Jika cinta kita sampai dermaga Aku akan selalu bermuara Agar kau dapat percaya Rasa ku menggema Hingga ujung tenggara -September empat,indhac

Lembar ketiga

Kaulah yang pertama ku miliki Dan kaulah yang paling menyakiti Saat aku tahu kau semakin menjauh Disitulah aku mulai meragu Hatiku selalu merasa sakit Bagaimana jika kita terpisah lagi Bagaimana jika kita melukai Itu sangat menyakiti -10.20,indhac

Selalu saja begini

Terkadang aku sangat kesal Jika rasa rindu itu datang Bukan karena benar benar kesal Tapi karena kapasitas rindu ku hampir meledak. Aku bahkan tak tahu cara menghentikan semua ini Semuanya mengalir begitu deras Aku takut Takut jika pada saatnya Aku tak mampu Tak mampu menampung rindu ini Jika tiba tiba rindu ini meledak Jangan salahkan aku Tapi salahkan jarak dan waktu Yang tak pernah mengerti kerinduanku -02.08, indhac

Sudah menunggu

Aku sudah lelah menunggu Menunggu saat dimana perasaanku padamu Menghilang ditelan sang waktu Namun waktu seakan membeku dan perasaanku padamu masih sama seperti dulu Perasaanku tak menipis meski dadaku sudah kembang kempis kelelahan menahan tangis Aku sudah lelah berlari pergi kesana kemari   mencari-cari Bahkan semakin jauh ku berlari hanya kehampaan yang kutemui dan hatiku semakin tak terkendali Aku sudah lelah mencari cara agar perasaanku padamu sirna karena setiap ku mencoba rasa itu tidak binasa Rasa itu masih sama masih ada disana meski kini tak lagi bernama -VS-