Lupus merupakan kelainan yang bersifat kronik pada masalah imunitas tubuh. Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi untuk menyerang benda asing, virus, bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit, akan tetapi pada penderita Lupus, sistem kekebalan tubuh tersebut mengalami kelainan, sehingga malah menyerang jaringan tubuh sendiri. Organ tubuh yang bisa terkena, antara lain: ginjal, jantung, paru-paru, otak, darah atau kulit.
Dalam bahasa latin, Lupus berarti serigala, disebabkan penderita penyakit tersebut pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa dengan ruam yang terdapat pada pipi serigala tetapi berwarna putih. Bercak tersebut juga bisa ditemukan pada tubuh.
Penderita Lupus biasa dikenal dengan sebutan odapus, di mana rasio antara penderita perempuan dan laki-laki adalah 9:1 dan biasa pada perempuan biasanya ditemukan pada usia produktif.
Gejala penyakit ini bisa berbeda pada berbagai penderita dan organ tubuh yang diserang pun bisa berbeda. Gejala penyakit ini sulit dideteksi karena dapat menyerupai gejala penyakit lain, misalnya apabila organ tubuh yang diserang adalah darah, gejalanya dapat mirip dengan orang yang menderita anemia, sedangkan apabila yang diserang mulut, dapat menyerupai sariawan yang dialami berkepanjangan. Sering ditemukan gejala, seperti rambut rontok dan timbul rasa nyeri pada sendi maupun kelainan pada kulit (muncul ruam), di mana sendi yang terkena biasanya adalah sendi jari-jari tangan, lutut, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
Lupus bukan merupakan jenis penyakit menular. Beberapa faktor yang dapat memicu Lupus, di antaranya:
a. Faktor genetik, meskipun belum diketahui secara pasti gen-gen apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut.
b. Faktor lingkungan, misalnya: stress, makanan, antibiotik, infeksi, sinar ultra violet (matahari) maupun penggunaan obat-obatan tertentu.
c. Faktor hormon, meskipun belum diketahui secara pasti hormon apa pada perempuan yang dapat memicu timbulnya penyakit ini.
Pengobatan yang diberikan bagi odapus adalah dengan mengurangi keluhan sakit akibat kerusakan organ tubuh dan agar Lupus tidak menyerang organ tubuh sehat lainnya. Odapus perlu mengontrol makanan yang dimakannya, mencegah agar tidak stres, memilih obat-obatan yang dikonsumsi, serta berupaya seminimal mungkin agar kulit tidak secara langsung terkena sinar matahari yang mengandung UV.
Efek samping dari pengobatan yang dijalani, antara lain pembengkakan pada wajah (moon face) maupun organ tubuh. Meskipun begitu para odapus tetap harus memiliki semangat hidup tinggi. Obat-obatan bagi penderita Lupus harus dikonsumsi secara rutin, akan tetapi ada beberapa odapus yang lambat laun mengurangi dosis obatnya sampai kemudian bisa hidup tanpa obat-obatan sama sekali (tentu saja dengan tetap mengontrol makan, suasana hati, dan faktor lain yang dapat menyebabkan Lupus menyerang kembali).
Diperlukan dorongan dan semangat dari keluarga dan orang-orang sekitarnya bagi para odapus, sehingga dapat meningkatkan semangat hidup para odapus tersebut karena bagaimanapun juga kita semua adalah bagian dari rangkaian hidup yang harus terus berkaitan dan menguatkan.
Komentar
Posting Komentar