Langsung ke konten utama

Terbiasa jilid II

Tidak aku tidak membenci mu.
Aku tidak menyapa mu karena aku rasa perlu ada jarak dari kita.
Untuk menetralisirkan sakit ini.

Aku sama sekali tak membenci mu.
Bagaimana mungkin alasanku membenci mu hanya karena kau tak membalas perasaan ku ?
Itu terdengar konyol bukan ?

Tidak, aku tidak sekonyol itu.
Berilah jarak antara kita agar sakit ku ini bisa sedikit mereda.

Nanti kau juga akan tau kenapa aku melakukan hal ini.
Dan bila saatnya tiba kita juga pasti akan terbiasa dengan keadaan yang seperti tak pernah saling kenal.
Tidak bukan kita, tapi aku yang seakan tak pernah mengenalmu.



Jakarta,28 oktober 2017
Icd.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Teka Teki MOS

(Siapa tahu butuh lol hehehe 😆😆😆) ============================== 1. air putih = susu 2. air bening = air putih 3. air anget = air jahe 4. susu ngantuk = susu bantal 5. nasi perang = nasi goreng 6. nasi pocong = lontong 7. sayur campur = sayur asem 8. cacing goring = mie goreng 9. cacing rebus = mie rebus 10. nasi belom mateng = beras 11. Coklat rihana = coklat payung 12. Monyet2 gila = momogi 13. Triplek isi Pasir : Creaker 14. Air dari sungai Nil >> Air putih ditulis dengan merek sendiri. 15. makanan bulan = keju/terang bulan 16. kacang ilmuwan = kacang pilus/kacang sukro/kacang atom 17. Kursi Goyang = karton(buat alas duduk) dikasi tulisan 'kursi goyang' 18. batu bata italy = tango 19. biskuit 3 rahasia = oreo (diputar, dijilat & dicelupin)  20. buah malam minggu= apel 21. makanan pelaut= bayam 22. minuman ngeres= marimas 23. Permen gak sopan= permen kaki 24. santan sapi murni=Susu cair putih 25. spongebob...

Kamu dan sederhana

Aku gemar bercerita lewat tinta tanpa suara Untuk menutupi rasa pinta pada mu Menulis semua tentang mu Tentang kerinduan ku Tentang kesusahan ku Melupakan mu Tentang yang dulu pernah ada Walau hanya sebentar saja Untuk menuliskan tentangmu Aku tak mau terlalu terburu buru Tak mau cepat berakhir Selalu menikmati apapun yang mengalir Lembar lembar kenangan Berdesakan menyombongkan diri Menyuruhku untuk memilih Siapa deret teratas tulisan ini Kau egois Tak mau lewat garis Selalu beradu Di tepi candu Selalu menunggu Tapi tetap saja terpaku Memang tak pantas dengan mawar merah Lama lama menjadi gerah Duri yang tak di pahami Bisa selalu melukai Siapa saja yang dikehendaki Termasuk diri ini -indhac-

Melupakan II

Mulai detik ini aku akan mencoba Mencoba berhenti merindukanmu Bukan karena kemauanku Tapi karena kemauanmu Menyuruhku mundur untuk mendapatkan hatimu Mungkin aku memang tak pantas dengan mu Mungkin juga kau perlahan mulai membenci ku Ku tak tahu bagaimana cara untuk melupakan mu Tapi sebisa mungkin aku harus lupa Melupakan setiap ukir senyum dan tawa mu dan setiap perhatian kecil mu dulu. Tte.3 desember 2017